Nostalgia kereta api dan enam destinasi wisata favorit di Surabaya

KOMPAS.COM/Dok PT KAI Daop 5 Purwokerto

Jadi begini,

Liburan lalu, tiba-tiba saja terlintas ide untuk mengajak anak-anak naik kereta api. Sebuah moda transportasi yang belum pernah dirasakan oleh anak-anak. Sebenarnya sudah lama beberapa kali berencana menggunakan kereta api saat liburan ke Jogja. Tetapi ketika dikomparasikan dengan membawa kendaraan sendiri, baik dari sisi kenyamanan, kemudahan, dan tentu saja biaya, akhirnya batal naik kereta api.

Naik kereta api lokal dari Malang untuk sebuah “liburan”, tentu sangat lucu jika hanya naik dari Stasiun Malang Kota Baru dan turun di Stasiun Blimbing. Lha jaraknya cuman satu petak dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit. Tentu saja pilihan paling masuk akal adalah turun di Surabaya. Kereta api lokal Malang – Surabaya adalah sebuah pilihan tepat untuk sebuah perjalanan “liburan” dengan durasi satu hari. Pagi berangkat, malam pulang. Pilihan jadwal keberangkatan dan kepulangan cukup banyak, sehingga sangat fleksibel.

Buka HP, install KAI Access, semua urusan jadi beres. Sayangnya pemesanan tiket melalui KAI Access maksimal untuk 4 penumpang, persis cita-citaken daripada Pak Harto dulu kala. NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera), dua anak cukup. Sangat bertolak belakang dengan semangat hijrah masa kini, eh!

Pilihan jatuh pada KA Penataran 370 dengan keberangkatan pukul 06.12 WIB dan tiba di Stasiun Gubeng Surabaya pukul 09.19 WIB, dengan harga tiket hanya 12 ribu rupiah. Durasi perjalanan relatif lama, karena terdapat beberapa kali persilangan dengan kereta api lain. Bahkan di Stasiun Gedangan, harus berhenti 20 menit dikarenakan ada persilangan dan perusulan dengan dua kereta api. Di sini, KA Penataran 370 disusul oleh KA Ranggajati yang berangkat dari Jember dengan tujuan Cirebon. Setelah disusul KA Ranggajati, kemudian bersilang dengan KRD Lokal Bojonegoro. Sedangkan untuk pulangnya, pilihan jatuh pada KA Penataran 373 dengan jadwal keberangkatan pukul 17.42 WIB dari Stasiun Gubeng dan tiba di Stasiun Malang Kota Baru pukul 20.12 WIB. Perjalanan pulang lebih singkat karena jumlah silangan dan susulan lebih sedikit.

Walau ada beberapa alternatif stasiun di Surabaya yang disinggahi oleh KA Penataran, namun memilih turun di Stasiun Gubeng adalah pilihan paling pas. Letaknya paling strategis dan dekat dengan destinasi wisata. Bahkan untuk menuju destinasi wisata tersebut, bisa dengan jalan kaki saja. Setelah turun pun, anda bisa sarapan di Depot Sederhana (Gubeng Pojok). Setelah ada asupan energi, siap untuk jalan kaki menuju enam destinasi wisata favorit di Surabaya. Berikut daftarnya:

  1. Tunjungan Plaza 1
  2. Tunjungan Plaza 2
  3. Tunjungan Plaza 3
  4. Tunjungan Plaza 4
  5. Tunjungan Plaza 5
  6. Tunjungan Plaza 6

😀

1 Comment

  1. Ati-ati tersesat kalau sedang berada di 6 destinasi tersebut, bisa-bisa keluarnya di tempat setan eh maksud ane di rawon setan ….

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*